Puisi : Weinata Sairin.
Ada luka berdarah menganga
menyinggahi ruang-ruang di kedalaman nurani
ada rasa pedih perih
mengiris hati berbalut duka
tak mampu kuurai dalam narasi
rasa sedih,haru
yang menyayat kalbu
tatkala Rote, Alor, Kupang dan beberapa wilayah sekitarnya porak poranda, luluh lantak
diterjang garang
badai siklon tropis
yang mengamuk
liar tanpa iba
maut merenggut lebih seratus jiwa
puluhan yang hilang ditelan longsor
ribuan pengungsi
terpaksa hidup dalam tendatenda darurat
menenggak derita
yang datang tibatiba
NTT, Sumba,Flores, Adonara, Lembata dan daerah sekitarnya
didera derita
ada jerit, isak tangis, suara nyaring meraung memohon pertolongan
yang nyaris tak terdengar
tenggelam dalam suara air banjir yang melimpah ruah
serta suara pohon-pohon yang tumbang
dihantam siklon seroja
NTT, Sumba, Flores, Adonara, Lembata dan seluruh wilayah sekitarnya
menyanyikan lagu duka
Indonesia menangis
Indonesia berduka
Tuhan,
hadirkah Engkau dalam imanen-Mu
ditengah luka dan derita yang merobek-robek negeriku?
dimana Engkau tatkala Sasando
tak mampu lagi
membahana di RoteNdao?
Ya Tuhan, perahu ini hampir karam
selamatkan kami
Tuhan, ampuni kami
iman kami yang teguh tetap yakin bahwa Engkau
adalah Allah yang perkasa yang bertindak cepat dalam Kasih dan KairosMu
yang tidak membiarkan umatNya mati
terpanggang derita
pulihkan NTT, Sumba, Flores, Adonara, Lembata dan semua wilayah terpapar bencana
pulihkan dan bangkitkan Indonesia
agar mampu
membangun
habitus baru
keadaban baru!
Jakarta, 8 April 2021/2.58
Weinata Sairin.


