JAKARTA-LIDAHTIMOR.COM Bencana Alam berupa banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Nusa
Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4/21) lalu menyebabkan banyak korban banyak di beberapa daerah. Selain berdampak longsor dan hancurnya infrstruktu seperti jalan dan jembatan juga berupa korban jiwa bagi masyarakat setempat.
Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Flobamora Se-Jabodetabek, Martinus Laba Uung merilis bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun hingga saat ini, tercatat korban jiwa sebanyak 174 orang dan 48 orang
korban lainnya hilang. Banjir bandang ini pun telah memporak-porandakan
puluhan titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Flores Timur, Alor, Sumba
Timur, Kota Kupang, Kabupaten Lembata, Malaka Tengah, Ngada, Ende, Sabu Raijua dan masih
banyak lagi yang hingga sekarang belum terindentifikasi.
"Daerah yang telah terdampak bencana banjir bandang dan angin kencang hingga saat ini tercatat korban jiwa sebanyak 174 orang dan 48 orang
korban lainnya hilang. Banjir bandang ini pun telah memporak-porandakan
puluhan titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Flores Timur, Alor, Sumba
Timur, Kota Kupang, Kabupaten Lembata, Malaka Tengah, Ngada, Ende, Sabu Raijua dan masih
banyak lagi yang hingga sekarang belum terindentifikasi" Kata Martin Uung saat dihubungi melalui Handphone Whatsapp.
Untuk membantu meringankan beban para korban terdampak bencana banjir
di bumi Flobamora-NTT, secara keseluruhan maka Pengurus FKM FLOBAMORA yang ada di Jabodetabek telah berkoordinasi dengan Kantor Badan Penghubung Propinsi NTT di Jakarta untuk membuka Posko Utama, Posko bersama yang kami sebut SATU HATI UNTUK NTT yang berpusat di Wisma NTT Kantor
Badan Penghubung Provinsi NTT yang beralamat di Tebet, Jakarta
Selatan pada Kamis, (15/4/21).
"Kami Pengurus FKM FLOBAMORA telah berkoordinasi bersama antara KSB sebagai BPH FKM FLOBAMORA dengan Badan Penghubung Propinsi NTT di Jakarta untuk membuka Posko
Utama, Posko bersama yang kami sebut SATU HATI UNTUK NTT berpusat
di Wisma NTT Kantor
Badan Penghubung Provinsi NTT untuk mendukung pembukaan posko utama guna menampung bantuan dari berbagai pihak kemudian bisa didistribusikan ke Bumi NTT, di mana warga terdampak korban banjir bandan berada" jelas Martinus
Lanjut Martinus "Bencana banjir yang menimpa Warga NTT pada umumnya ini tentu menimbulkan kesedihan
mendalam bagi para korban terdampak. Semoga dengan membuka posko utama SATU HATI UNTUK NTT ini dapat menjadi wadah untuk membantu meringankan beban para korban pasca bencana dan kami harap NTT
dapat segera kembali pulih," ungkap Martin Uung, Minggu
(18/4/21).
Sementara itu, Ketua Panitia Posko Satu Hati untuk NTT, Aldo Pareres
mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih
tak terhingga kepada para donatur, simpatisan dengan caranya masing-masing untuk turut meringankan beban saudara kami yang
terdampak banjir bencana NTT.
"Bantuan ini nantinya akan kami salurkan ke para korban bencana
melalui jalur darat, laut, dan juga udara melalui kerjasama dengan
banyak pihak. Setelah sampai disana, bantuan ini akan langsung
didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak dengan bantuan tim relawan
kami," jelas Aldo.
Posko Satu Hati Untuk NTT ini merupakan posko kolaborasi antara
Pemprov NTT bersama dengan beberapa Ikatan Keluarga Besar NTT, Flobamora yang ada
di Jakarta untuk memfasilitasi para donator yang hendak menyalurkan
bantuan kepada para korban bencana di NTT.
Penulis : Yustus
Editor : Roy