-->
Home
TRENDING
INDEKS

Label Mobile

  • Home
  • Terpopuler
  • Indeks
  • BISNIS
  • GAYA HIDUP
  • LITERASI
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • OTOMOTIF
  • PERISTIWA
  • PUBLIK
  • Sabar
  • Video
  • WISATA
×
  • Home
  • Terbaru
  • Terpopuler

Kategori Berita

Cari Berita
  • PERISTIWA
  • PUBLIK
  • OPINI
  • LITERASI
  • BISNIS
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • Video
  • WISATA
  • Sabar

Layanan

  • Redaksi
  • Populer
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates - XMLThemes
LidahTimor

Iklan

Labels

  • Indeks
  • BISNIS
  • GAYA HIDUP
  • LITERASI
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • OTOMOTIF
  • PERISTIWA
  • PUBLIK
  • Sabar
  • Video
  • WISATA

Label

  • Video
  • BISNIS
  • GAYA HIDUP
  • LITERASI
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • OTOMOTIF
  • PERISTIWA
  • PUBLIK
  • Sabar
  • Video
  • WISATA

Iklan

dulmyid - Informasi Terkini

Iklan

Candil Kuya

Indeks Berita

  • PERISTIWA
  • PUBLIK
  • OPINI
  • LITERASI
  • BISNIS
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF

Tag Terpopuler

› PERISTIWA Polemik Kerumunan Saat Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo, FKM FLOBAMORA layangkan Surat Pernyataan Terbuka

Polemik Kerumunan Saat Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo, FKM FLOBAMORA layangkan Surat Pernyataan Terbuka

Administrator Monday, 1 March 2021 | March 01, 2021 WIB
Komentar
    Share

JAKARTA-LIDAHTIMOR.COM Sehubungan dengan adanya laporan dan seruan dari sebagian kecil elemen masyarakat atas kerumunan massa di Sumba dan Flores, Nusa Tenggara Timur, agar Presiden Joko Widodo ditahan Polisi sama seperti Rizieq Shihab, Forum Komunikasi Masyarakat Flobamora ( FKM FLOBAMORA ) wadah berhimpun Ikatan Keluarga Besar Kab/Kota NTT Se-Jabodetabek pun angkat bicara.

Adapun beberapa poin penting yang disampikan oleh FKM Flobamora dalam pernyataan sikap mereka, sebagai berikut: 
 
1) Bahwa seruan dan tindakan sebagian kecil atau sekelompok masyarakat itu merupakan tuduhan tanpa dasar argumentasi yang otentik dengan tendensi dalam muatan fitnah terhadap seorang Kepala Negara; 
 

2) Bahwa sesuai dengan fakta lapangan, terungkap bahwa, kehadiran masyarakat di Sumba dan Flores, Nusa Tenggara Timur merupakan ekspresi spontan dalam menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, tanpa dimobilisasi secara massal oleh pihak mana pun karena situasi sedang Pandemi Covid-19; 

3) Oleh karena itu, maka menyamakan antusiasme masyarakat Sumba dan Flores dalam menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Penyelesaian Proyek Strategis bagi kesejahteraan masyarakat di Sumba dan Flores, NTT dengan penyambutan kepulangan Rizieq Shihab dari “pelariannya” ke Arab Saudi di Bandara Soekarno Hatta, merupakan perbandingan yang sangat tidak kompatibel; 

4) Berkenaan dengan itu, maka dihimbau kepada Warga Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Masyarakat Sumba dan Flores di mana pun berada, agar kiranya dapat menahan diri dari berbagai macam upaya provokasi yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Respons yang tepat dan terukur, adalah melalui sikap dan tindakan yang bijaksana dengan tetap memegang prinsip keluhuran budi sebagai warga masyarakat NTT yang bermartabat;

5) Ditegaskan dalam Pernyataan yang demikian ini karena, fakta sudah memperlihatkan dengan jelas bahwa, sekelompok kecil masyarakat sedang melakukan upaya provokasi melalui pernyataan-pernyataan yang tidak menghargai Kepala Negara, dan secara sengaja melakukan provokasi kepada sebagian umat beragama di Indonesia dengan muatan sentimen yang mengarah kepada fitnah, penyebaran berita bohong serta provokasi yang dapat menimbulkan keonaran yang meresahkan masyarakat;

6) Dalam sudut pandang Sosial Politik, Masyarakat Nusa Tenggara Timur memiliki tanggung jawab Moral dan Sosial terhadap Presiden Joko Widodo yang dimenangkan secara mutlak di Propinsi NTT dalam dua kali Periode Pemilu. Dengan demikian maka, siapa pun yang merendahkan Martabat Presiden Joko Widodo yang disetarakan dengan Rizieq Shihab, maka hal itu sama artinya dengan menghina martabat kami Warga Masyarakat NTT;

7) Peristiwa spontanitas penyambutan Presiden Joko Widodo oleh masyarakat di Sumba dan Flores NTT itu, merupakan ungkapan Terima kasih dan Sukacita yang mendalam dari masyarakat NTT kepada Presiden, yang dilakukan secara tulus dengan kebersihan hati nurani dan kemurnian motivasi masyarakat, sembari berdoa, agar Tuhan Yang Maha Kuasa Menjaga dan Melindungi Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia;

8) Memberikan Apresiasi dan Penghargaan yang tinggi kepada Lembaga Penegakan Hukum di Negeri ini yang menolak secara tegas dan obyektif atas Laporan dari sekelompok kecil masyarakat tersebut terhadap Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, karena Laporan dimaksud tidak mengadung unsur pelanggaran hukum yang signifikan.   

Penulis: Yustus  

Editor: Martin Uung

Artikel Selanjutnya
memuat...
PERISTIWA
    Share
Komentar

Berita Menarik Lainnya:

Iklan

Video Terpopuler

Ke Halaman Berita Nasional

Iklan

Artikel Pilihan

Ke Halaman Resep

Berita Terpopuler

Lihat Selengkapnya

MEDIA LIDAHTIMOR.COM Saatnya Lidah Rakyat Bersuara Lantang Untuk Jalan Perubahan.

MEDIA LIDAHTIMOR.COM Saatnya Lidah Rakyat Bersuara Lantang Untuk Jalan Perubahan.
MEDIA LIDAHTIMOR.COM, Saatnya Lidah Rakyat Bersuara Untuk Jalan Perubahan.

Connect With Us

  • Facebook
  • Instagram
  • Pinterest
  • Twitter

Kategori

  • BISNIS
  • GAYA HIDUP
  • LITERASI
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • OTOMOTIF
  • PERISTIWA
  • PUBLIK
  • WISATA

Layanan

  • Redaksi
  • Terpopuler
  • Pedoman Media
  • Pasang Iklan
Copyright © LidahTimor
Candil Kuya
×
Berita Terbaru Update
CLOSE ADS
CLOSE ADS